Tips Hindari Spam

Liputan6.com, Jakarta: Laporan Symantec Spam & Phishing bulan ini menyebutkan bahwa spam (pesan elektronik sampah) menyumbang 89,35 persen dari keseluruhan pesan di Internet dalam bulan Maret lalu, turun dari 89,99 persen pada Februari.
Sementara itu, pesan scam dan phishing pada bulan Maret mencapai 17 persen dari keseluruhan spam, lebih sedikit 2 persen dari bulan Februari, demikian laporan Symantec melalui e-mail kepada antaranews.com, Kamis.
Setelah gempa bumi tragis di Haiti dan Cili, tidak ada lagi bencana alam baru yang bisa dimanfaatkan oleh spammer. Spammer kini lebih memfokuskan pada event musiman dan event yang tercatat di kalender seperti liburan Paskah untuk mengirimkan pesan spam.
Berdasarkan ukuran file spam, terjadi peningkatan yang cukup besar pada pesan spam yakni antara 5kb dan 10kb (meningkat lebih dari 10 persen).
Symantec mengamati penurunan serangan phishing secara keseluruhan adalah 3 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh turunnya volume serangan yang berasal dari toolkit otomatis.
Sebanyak 9 persen URL phishing dibuat menggunakan toolkit phishing otomatis, turun sebesar 35% dari bulan sebelumnya.
Ada dua jenis website phishing berbeda yang teramati dalam serangan tersebut. Jenis pertama dibuat menggunakan toolkit phishing otomatis. TLD yang paling sering digunakan adalah ‘.cz’, yang mewakili Republik Ceko.
Pada kasus ini, konsumen diminta memasukan data pribadi mereka pada halaman "Card Holder Form" untuk memenuhi proses verifikasi palsu tersebut.
Serangan kedua berisi URL dengan domain IP (sebagai contoh, URL seperti http://255.255.255.255./index.html). IP tersebut tersimpan dalam server-server yang berbasis di AS.
URL tersebut diketahui sangat panjang, biasanya lebih dari 700 karakter. Dalam serangan-serangan ini, halaman tersebut menanyakan informasi yang sangat pribadi, namun nomor kartu kredit atau debit bisa dimasukkan secara otomatis. (Ant/ARI)
Selamat Mencoba........

Baca Selengkapnya......

Kecil...ku rasa hidup ini
tak ada yg bisa aku banggakan
tak ada yg bisa aku tunjukkan
tak ada yg bisa aku sombongkan
tak ada yg bisa aku perbuat
hina... ku rasa diri ini
saat aku bersimpuh d hadap-Mu
saat aku bersujud pada-Mu
saat aku melihat kebesaran-Mu

Yaa ALLAH
ampunilah dosaku
ampunilah kesalahanku
ampunilah kehilafanku
berikanlah aku
karunia terindahMu
karunia kebahagianMu
ku mohon padaMu
lindungilah aku
lindungilah orang" tersayangku
dan ampunilah kesalahan& kealfaan mereka
amin

Baca Selengkapnya......

Main Coret-Coret, Siswa SD Ditendang Guru (Bentuk Kekerasan seorang Guru)

Liputan6.com, Polewali Mandar: Seorang siswa sekolah dasar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditendang gurunya gara-gara bermain coret-coret spidol dengan teman-teman sekelasnya. Akibat tendangan guru agama bernama Naharuddin korban kesulitan makan serta minum diduga lambung dan pencernaan korban memgalami gangguan.

Pantauan SCTV, Senin (19/4), murid bernama Wais Alqarni, siswa kelas enam SD 038 Kanusuang hanya bisa terkulai lemas di rumahnya. Orangtua korban, Wahyuni, mengaku sempat mempertanyakan alasan penganiayaan anaknya ke sekolah. Namun bukannya mendapat jawaban melegakan. Wais bahkan dipersalahkan kepala sekolah karena dianggap sering bolos belajar.

Atas kejadian ini, pihak sekolah telah memberi sanksi kepada Naharuddin berupa penonaktifan sementara mengajar di sekolahnya. Orangtua korban menyesalkan sikap Naharuddin. Jangankan minta maaf, menemuinya saja tidak. Sebagai orang tua, Wahyuni mengaku khawatir kelulusan anaknya akan dikaitkan dengan masalah ini.(JUM)

Baca Selengkapnya......

Ini Alasan Kenapa Makam Mbah Priok Dipertahankan 'Mati-matian'

Jakarta, (tvOne),Makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad atau yang dikenal sebagai Makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, menyimpan cerita sejarah sehingga sangat dihormati warga. Bahkan, ketika pendopo makam akan dibongkar pemerintah, pengikut rela mati mempertahankannya.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan Habib Hasan merupakan salah satu tokoh yang dikenal sebagai penyiar agama Islam. Dia berasal dari Pulau Sumatera.


Habib bisa sampai di tanah Batavia (Jakarta) awalnya karena perahu yang ditumpanginya dihajar badai ketika hendak melintas di dekat Batavia. Tetapi, pada waktu itu Habib selamat dari amukan badai. Konon, dia selamat karena menemukan periuk. Dengan periuk itulah Habib berhasil menepi ke Batavia.

Sejak itu, Habib Hasan tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam di sana. Tidak lama kemudian, kawasan tempat di mana habib pernah selamat dari badai itu dinamai Tanjung Priok.

Habib Hasan meninggal di Batavia. Untuk mengenang perjuangan Habib, pengikutnya membangun makam sekaligus masjid untuk mengadakan majelis taklim. Makam di Koja ini kemudian dikenal sebagai makam Mbah Priok.

Tempat itu kemudian dikenal luas. Tiap akhir pekan, sampai sekarang, sedikitnya 1.500 orang mengikuti pengajian di sana. Sampai akhirnya timbul kasus. Bangunan pendopo makam Mbah Priok dinyatakan berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II sehingga menyalahi aturan dan harus ditertibkan.

Sebenarnya sudah beberapa tahun lalu, upaya penertiban pendopo akan direalisasikan. Tetapi, ahli waris makam Mbah Priok menolak keras. Sampai akhirnya, hari ini (14/4), pemerintah mengerahkan petugas untuk mengeksekusi.

Pengikut Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdulrahman Al Idrus dan Habib Abdullah Sting, ahli waris makam Mbah Priok, tidak tinggal diam. Mereka menghadang laju petugas hingga akhirnya bentrok fisik pecah dan korban berjatuhan.

Usai bentrok sengit dengan pengikut Habib, petugas Satpol PP mendapat pengalaman berbau mistis. Salah seorang petugas Satpol PP yang dari awal mengamati proses bentrokan fisik mengatakan kendati jumlah pengikut Habib tidak ada setengahnya dari Satpol PP, mereka tidak ada yang takut terluka parah sama sekali. “Sepertinya mereka punya ilmu ghaib. Tidak ada yang terluka berat, saat terkena lemparan benda keras, bahkan maju terus,” kata petugas yang tidak mau disebut namanya itu.

Sebaliknya, justru petugas yang banyak menderita luka. Padahal, petugas sudah mengenakan pakaian anti huru-hara. Petugas Satpol PP yang bernama Slamet menambahkan malahan ada helm petugas yang sampai pecah karena terkena lemparan dari salah satu pengikut habib.

Tetapi sebaliknya, ketika petugas melempar batu ke arah massa, seolah-olah bagi massa, batu itu tidak berarti apa-apa. Slamet sangat heran dengan pengalamannya. Dia mengaku merasakan ada kekuatan di luar akal sehatnya yang ikut membentengi lokasi sehingga petugas sangat sulit melaksanakan eksekusi.

Mengenai kebijakan eksekusi, dalam berbagai kesempatan Wakil Walikota Atma Senjaya mengatakan, bahwa penertiban gapura dan pendopo di makam Mbah Priok ini sudah sesuai dengan instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan. Sebab, kata dia, bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter persegi.

Sebaliknya, bagi ahli waris makam Mbah Priok rencana pembongkaran justru menyalahi aturan. Sebab, areal pemakaman dan masjid ini telah memiliki sertifikat resmi yang dikeluarkan pada jaman pendudukan Belanda dulu. (Ant)



source = www.tvone.co.id

Baca Selengkapnya......